Waspadai Bahaya Di Kolam Renang

banner 468x60

Berenang memang mengasyikkan buat anak. Tapi, jangan dikira tak ada bahayanya. Selain tenggelam, anak bisa terkena berbagai penyakit, dari panu sampai aneka infeksi.
Sebelumnya mana terpikir oleh kita bahwa anak bisa terkena infeksi dari kolam renang. Tapi, jangan keburu takut dulu, Bu-Pak. Apalagi sampai melarang anak berenang. Kasihan, kan, bila dia memang senang berenang. Lagi pula berenang banyak manfaatnya buat melatih seluruh motorik anak. Jadi, lebih baik kita simak penjelasan Dr. Karel AL Staa, Sp.A, dari RS Pondok Indah, Jakarta Selatan, tentang bahaya-bahaya yang mungkin ditimbulkan agar kita lebih berhati-hati.

  • IRITASI MATA

Sebetulnya mata merupakan jaringan yang lebih halus dari kulit. Sedangkan saat berenang pastilah mata kontak langsung dengan air. Karena itu, bila konsentrasi kaporitnya tinggi bisa terjadi iritasi pada mata. “Untuk mencegahnya, pakailah kaca mata khusus untuk berenang.” Tapi, bukan sekadar kacamata gaya, lo, karena harus memperhatikan pula ukurannya. “Harus pas agar dapat menahan air tidak masuk ke mata.”
Iritasi pada mata, biasanya ditandai dengan mata berwarna merah. Nah, bila terasa gatal kemudian anak menguceknya atau mata terkena kotoran, maka bisa terjadi radang sekunder. Umumnya radang sekunder terjadi di sekitar jaringan konjungtiva (selaput lendir bagian dalam kelopak mata) yang disebut konjungtivitis. Keadaan ini akan lebih mungkin terjadi bila terdapat kuman tertentu, sementara daya tahan tubuh anak sendiri dalam keadaan lemah.
Memang iritasi mata tidaklah terlalu membahayakan, semisal mengakibatkan kebutaan.Namun, bila terjadi iritasi mata, anak harus segera dibawa ke dokter mata untuk dilihat jenis penyakitnya dan obat untuk iritasinya. “Tindakan pertama yang dapat dilakukan sebelum ke dokter, bisa dengan membersihkan mata anak menggunakan boorwater.”

  • TELINGA KEMASUKAN AIR

Sebetulnya telinga merupakan jalan buntu. Jadi bila air masuk ke dalam lubang telinga akan terhalang oleh gendang telinga. Sehingga air yang masuk telinga akan keluar lagi. “Hal ini tidak menjadi masalah.” Tapi, bila anak sedang flu, batuk dan pilek berat kemudian tetap berenang, bisa saja terjadi infeksi. “Karena bisa saja ada kuman yang masuk ke dalam telinga anak yang sedang flu. Nah, itu dapat merangsang gendang telinga menjadi jebol karena air yang masuk sehingga terjadilah infeksi.” Infeksi ini dikenal orang dengan congekan.

  • BAHAYA TENGGELAM

Selain bahaya bagi kulit, mata atau pencernaan, yang juga dikhawatirkan dari aktivitas berenang adalah tenggelam. Karena itu, bila anak berenang wajib didampingi orang tua atau orang dewasa lain. Kecuali itu, untuk pencegahan lagi,sebaiknya anak pakai baju pelampung.
Bila sampai kejadian tenggelam, segera lakukan pertolongan pertama dengan pernafasan mulut. Karena itu, pengelola kolam renang wajib memiliki pengetahuan tentang pertolongan pertama ini. Begitu pula orang-orang yang memiliki kolam renang pribadi di rumah.
Usai pertolongan pertama, bawa anak ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

  • PENYAKIT KULIT

Paling sering ditimbulkan dari kolam renang, ya, penyakit kulit akibat jamur. Biasanya tampak warna putih seperti panu. Bisa ditemui di wajah atau bagian tubuh lainnya. Tumbuhnya jamur ini tak langsung seketika. Semisal, anak berenang hari ini, besok terkena panu. Karena itu, terkadang orang tua yang anaknya suka berenang tidak menyadari bila anaknya terkena jamur dari kolam renang.
Yang jelas, kalau tidak disembuhkan jamur ini bisa melebar meski prosesnya lama dan perlahan tumbuhnya.
“Jamur, kan, merupakan kuman yang sangat sulit disembuhkan dan paling bandel. Jadi, umumnya sakit kulit karena jamur memang paling sulit sembuh. Meski sebetulnya termasuk yang bisa diatasi dan juga dicegah timbulnya.”
Nah, bila sering timbul jamur, daya tahan kulit terhadap sesuatu dari luar menjadi menurun. “Bila seperti itu bisa terjadi radang kulit. Apalagi kalau digaruk di daerah yang gatal, ditambah kotor dari kuku, misalnya, bisa saja terjadi infeksi sekunder, akibat bakteri yang datang kemudian di tempat sama.”
Untuk menghindari penyakit kulit, sebaiknya mencari kolam renang yang maintenance-nya benar secara teknis dan juga benar secara medis. Semisal air harus diganti, tingkat keasaman airnya juga selalu diukur, jangan asal masukkan kaporit saja. Sayangnya, kalaupun hal tersebut dilakukan, di Indonesia pada umumnya yang melakukannya bukanlah ahlinya. “Lebih sering penjaganya saja.”

  • AIR KOLAM TERTELAN

Selain mungkin konsentrasi kaporit yang tinggi, dalam air kolam renang bisa terdapat benda-benda asing. Ditambah lagi, kolam renang itu, kan, tidak bebas sama sekali dari air kencing.
Jadi, bayangkan jika kemudian air kolam itu tertelan anak. Memang untuk anak yang agak besar tak terlalu masalah. Tapi, bagaimana bila bayi dan balita? “Karena pencernaannya belum sempurna dan produksi enzimnya belum bagus, sehingga bisa terjadi gangguan pencernaan, seperti mencret, muntah dan lama-lama jadi sekunder infeksi di dalam usus atau muncul demam.”

sumber : tabloidnova.com

Tags:
banner 468x60
Rate this article!
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply