Pertanyaan Seputar Renang Anak Usia Dini

Tips Renang 1
banner 468x60

Berikut kita akan membahas mengenai pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul seputar renang anak usia dini. Dengan memahami jawaban dari pertanyaan tersebut, akan membuat kita yakin dan tidak ragu-ragu lagi dalam membelajarkan renang pada anak sejak usia dini.

a. Saya tidak pernah belajar renang, bagaimana saya dapat mengajar renang anak jika saya tidak dapat berenang?
Anda tidak perlu berenang untuk dapat mengajar renang. Selama anda nyaman di kolam renang, dan mampu berdiri dengan kepala di atas air, mampu bergerak berkeliling secara bebas, dapat berkomunikasi dengan anak dan menunjukkan pada anak gerakan yang benar serta memberikan dukungan yang sesuai maka anda dapat mengajar anak anda berenang.

b. Kapan saya boleh merasa yakin untuk meninggalkan anak saya di kolam renang sendiri?
Jangan pernah! Kecelakaan dapat terjadi di sekitar kolam renang sepanjang waktu, bahkan pada perenang handal. Orang tua dan pengasuh harus selalu mengawasi anak-anak selama berenang.

c. Pada umur berapa anak dapat mulai belajar renang?
Tidak ada set umur tertentu untuk memulai belajar renang, namun dianjurkan agar orang tua memulai proses berenang segera setelah anak lahir. Semakin awal anak dikenalkan dengan air, semakin kecil kemungkinan mereka mengembangkan aquaphobia atau rasa takut pada air

d. Pada usia berapa anak dapat berenang sendiri?
Hal ini tergantung dari definisi renang yang dimaksud. Jika yang dimaksud adalah gerakan tungkai tanpa nafas, anak usia 2 tahun dapat melakukannya sejauh 4-5 meter. Jika yang dimaksud yaitu gaya bebas, ada anak di bawah 4 tahun yang melakukan renang gaya bebas awal dengan teknik bernafas sejauh 20 m.

e. Anak saya takut air dan tidak mau ke kolam renang, apa yang harus saya lakukan?
Tiap anak berbeda dan terdapat berbagai bentuk dari takut. Banyak anak mengembangkan fobia yang berhubungan dengan air dan secara umum hal ini harus ditangani dari waktu ke waktu. Cara cepat seperti mencelupkan anak atau melemparnya ke dalam kolam sering menimbulkan bahaya daripada membawa kebaikan dan anak akan mengasosiasikan berenang dengan emosi negatif.  Sebaliknya, kita telah menjumpai bahwa mayoritas anak akan merespon dengan baik ketika mereka menyaksikan anak lain menikmati aktivitas bermain di air. Hal ini perlu dilakukan secara konsisten, yaitu sesi positif di kolam di mana usaha anak dihargai dan rasa percaya diri anak dikembangkan secara simultan.

 

sumber : fitriadwia.blogspot.com

Incoming search terms:

Tags:
banner 468x60
author

Author: 

Related Posts

One Response

  1. author

    ErySeptember 10, 2013 at 4:51 am

    Bagaimana mengajarkan pernapasan pada anak umur 2,5 tahun

Leave a Reply